Iklan

Selasa, 11 Agustus 2020

Bersetubuh Dengan Dunia

Ada hati yang dengki
Karena melihat kemegahan 
Ada hati yang iba
Karena melihat kesengsaraan

Ingin memberi kasih
Namun rasa sayang 
Tak begitu besar
Dari keserakahan

Dari air yang kini terbentuk
Insan yang tak sempurna
Tak ada kasih yang besar
Menghancurkan keadilan

Rasanya lebih baik tertusuk pedang
Jika hati yang tertusuk ucapan
Tak ada harapan lagi
Seraya mati dalam kehampaan

Minggu, 09 Agustus 2020

Bersemayam Di Alas Suci

Ada hati yang penuh suka
Ada hati yang penuh duka
Pelipur lara ku bagikan suka cita
Dalam hening ku berseru pada mu

   Seruan ku memanggil
   Ketika nestapa ada pada mu
   Bersembahlah seakan lutut mu ku ambil
   Tapi aku tak sejahat itu

Ku hias dunia mu dengan keindahan
Kadangkala kau tak suka
Ketika aku memberi hiasan tertentu
Kau mengabaikan ku

   Oh domba-domba ku
   Lihatlah hujan
   Ku beri dia gelap
   Tapi tumbuh kehidupan

Akal ku tak menyentuh mu
Hati ku terlalu sempit untuk debu
Kaki ku terlalu lemah 
untuk menggapai mu...Tuhan

Penjual Abu

Dari pupil yang membesar
Kadang pula mengecil
Merekam semua warna
Dan di simpan di setiap sudut

Ketika hawa panas membakar
Melebur membuatnya satu warna
Berlian yang begitu elok
Berubah menjadi abu

Tak bernilai lagi
Begitu ucap mereka
Sayang mereka begitu angkuh
Dia lebih berharga dari berlian

Perhiasan mu hilang
Tapi kamu memberi kehidupan
Meski harga dirimu jatuh
Begitu ucap si penjual abu

Rabu, 05 Agustus 2020

Surat Untuk Tuhan

Aku rasa kendati ingin ku ambil pedati, menusuknya lebih terasa ke sendirian membuat ku berkata pada kata yang tak bisa di katakan bejana ini terisi anggur, namun ku dapati ia kosong. Sungguh ia pelipur lara membohongi ku. Aku rasa ia telah berbuat baik saat bejana terisi penuh ku dapati ramai bercakap sungguh baik mereka mengerti kepada ku. Saat ku dapati bejana berisi anggur kosong merekameninggalkan ku sungguh baik cawan-cawan yang lain sudahkah aku berbaik sangka pada cawan-cawan yang laina tak ada yang lebih baik dari rasa terimakasih. Sempat ku berpikir masih bermimpi fajar ia telah tiba aku rasa ini mimpi buruk ia tetap tinggal di pikiran aku takut sepi yang lain tetap  tak berarti ada beberapa sepucuk surat dari tuhan melalui intuisi ku, isyarat yang tak mudah ku dapati beberapa teman lama bermuram durja di samping kekasihnya namun wajahnya bercahaya, setelah ku dapati di depan ku bersolek seorang wanita berkerudung dengan celana pedek nya duduk di dipan dengan tatapan angkuh ia berkata menunggu ku sesuatu harus diselesaikan secara baik baik dengan kesalahpahaman, tak ada surat yang lebih baik dari surat tuhan kepada ku
Setiap sesuatu yang memiliki rasa itu selalu bernyawa.
Ada hitam legam dan putih merekah 
Keras kepala mu sama dengan ku 
Hingga niat tak pernah redup suatu ketika ia berkata
   "Apa yang kamu makan setelah kepergian ku ? Dan apa yang kamu sembah setelah kepergian ku"
Tersyat hati ku ketika ia mengucapkan prihal ini.
Sungguh tak bisa ku bayangkan betapa mengerikannya ia berkata 
   "setelah kepergian ku mungkin kau akan kelaparan"
Dari beberapa sudut pandang yang ku cerna seakan menghantam intuisi ku beberapa alasan dan kemungkinan yang lain ini bukan cara pandang ku tentang isi surat tuhan jauh ku sampingkan itu aku rasa sesuatu mempropokasi pikiran menjadi sebuah motivasi aku selalu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda jika aku membenci suatu prihal keburukan itu tak akan cukup untuk menenggelamkan sebuah pulau tak ada celah untuk membenci keburukan.



Created by : Raden Budiantoro

Minggu, 02 Agustus 2020

Khutbah Cinta

Ada rindu yang tak di kata
Hingga merasa resah karena ia hina kerinduan
Ada hati yang tak sewaras logika
Meski enggan berdusta
Cinta tak serumit itu
Kadang iya mempersulit 
Baru saja ada jawaban
Melerai pujangga di tepi tak berdasar
Sampai jumpa pujaan
Kini ia dengan pujangga pilihannya 


Created by : Raden Budiantoro

Tubuhku Tak Sekerdil Dulu

Ada cerita yang ingin aku bagikan
Sayangnya kamu terlalu bahagia
Apakah yang membuatmu terus tertawa ?
Padahal aku hanya diam saja
Jika kelak takdir itu aku ubah
Kini malah kalian yang terdiam
Dan aku tertawa sendiri
Dan kalian tahu bagaimana rasanya ?
Sungguh tak menyenangkan tertawa sendiri