Iklan

Rabu, 01 Juni 2022

Diam dalam cinta




Ketika purnama datang di siang hari
Matahari pun iri hingga menutup diri
Awan menutupi matahari agar tak terlihat
Langit membiru seketika menyambut purnama
Dari jauh ku lihat pesona mu tak luntur
Dari dekat ku lihat pesona mu gemerlap
Semakin lama aku melihat mu
Semakin aku tenggalam dalam rasa gelisah
Senyum mu memantahkan kesedihan
Tertawa mu menghancurkan nestapa
Perjalanan mu di ikuti oleh para malaikat
Lesung pipi mu menyentuh titik terlemah ku
Oh sungguh jika hati ku bisa berbicara
Mungkin ia akan selalu menyapa mu
Dengan pujian-pujian cinta
Ia akan berkhutbah pada langit dan bumi
Tentang mu, dan rasa terimakasih kepada Tuhan
Tubuh ini sudah termakan racun asmara
Ia sakit dan demam cinta
Tak ada obat untuk kesembuhannya
Hingga ia mati dan cintanya terbawa ke kubur






Ramanda

Aku sering menangis saat kau pergi
Aku sering rindu saat kau jauh
Aku sering kesepian saat kau tak ada
Aku iri terhadap orang lain yang bersamamu
Aku bahagia saat kau ada
Aku bahagia saat kau menyapa
Aku bahagia saat kita bersenda-gurau
Seiring berjalannya waktu kini kau asing
Hingga akhirnya aku lelah
Untuk terus berlari mengejarmu
Meski begitu aku tetap mencintaimu
Terimakasih untuk persada alam
Aku terlahir darimu