![]() |
Matahari pun iri hingga menutup diri
Awan menutupi matahari agar tak terlihat
Langit membiru seketika menyambut purnama
Dari jauh ku lihat pesona mu tak luntur
Dari dekat ku lihat pesona mu gemerlap
Semakin lama aku melihat mu
Semakin aku tenggalam dalam rasa gelisah
Senyum mu memantahkan kesedihan
Tertawa mu menghancurkan nestapa
Perjalanan mu di ikuti oleh para malaikat
Lesung pipi mu menyentuh titik terlemah ku
Oh sungguh jika hati ku bisa berbicara
Mungkin ia akan selalu menyapa mu
Dengan pujian-pujian cinta
Ia akan berkhutbah pada langit dan bumi
Tentang mu, dan rasa terimakasih kepada Tuhan
Tubuh ini sudah termakan racun asmara
Ia sakit dan demam cinta
Tak ada obat untuk kesembuhannya
Hingga ia mati dan cintanya terbawa ke kubur

