Iklan

Minggu, 27 Februari 2022

Satu arah

Abu berteman dengan api

Tapi kayu harus lah mati

Ketika kayu mati

Terciptalah abu

Api yang bergembira serya membakar kayu

Tertawa terbahak-bahak di atasnya

Terus menari sampai ia pun mati

Kayu menangis sejadi-jadinya

Menahan sakit ketika api perlahan memakannya

Abu yang kemudian tercipta

Tersenyum gembira atas kehidupannya

Ia bertebaran terbawa angin

Dan manghilang terkena hujan 

Sabtu, 26 Februari 2022

Jantung jiwa

Irama surga mulai terdengar

Sorak-sorak kebahagian datang

Saling bercumbu dengan nestapa

Tak terasa aku berjalan jinjit

Patah hati tertutup

Nestapa terbakar api lara

Tertawa lepas tanpa bicara

Hati kita bersenandung

Syair dan puisi pelengkap harpa

Permata tak di pandang

Emas tak berharga

Hanya hati dan kalbu

Serta jiwa yang berbuai candu asmara

Jumat, 25 Februari 2022

Berhenti

Aku kelelahan memanjat pohon apel

Ku dapati banyak

Lahapnya aku memakan

Tak terasa rasa kantuk datang

Setelah di terpa angin lembut

Ketika aku bangun

Nampak badai akan datang

Esok harinya aku kembali

 Untuk tertidur di pangkuan akarnya

Naas sedih hati

Ia tersambar petir saat badai

Membakar segalanya yang di sampingnya

Kini aku kembali ke tempat asal

Kamis, 24 Februari 2022

Pengaduan

Sungguh bijak pun tak menjamin

Orang baik dan mengerti waktu

Sealim apapun engkau

Tak menjadi jaminan sufi

Ibadah mu tak beguna untuk Tuhan

Ketika engkau telah berhutang

Ucapan mu tumpul

Karena terhalang janji

Sekalipun kekasih Tuhan berucap

Untuk menjaga mu sebab sesuatu

Tidak mungkin kamu selamat

Sang Hakim yang Maha Adil tahu

Bahwa ini antara aku dan kau

Ku jerat kau dengan kesedihan hati

Ku halangi cahaya dari mu

Sebab kau mengotori kesucian akal


Senin, 21 Februari 2022

Aku patah hati oleh dunia

Sesekali mata ku memandang langit

Hanya ada awan di sana

Ku lihat di balik awan itu

Nampak masih tak ada apapun

'Oh kawan begitu' kata hati ku

Andaikan aku bisa bicara

Akan ku ceritakan kepada mu dari segala arah

Andaikan kau bisa mendengar

Dari apa yang aku dengar

Niscaya kau akan mati seketika

Riuh di kepala mu

Akan sirna seketika

Malangnya aku

Terjebak dalam tubuh cacat

Andai saja kau bisa melihat

Dari apa yang aku lihat

Niscaya kau akan patah hati terhadap dunia

Kamis, 17 Februari 2022

Bodoh

Bagaimana aku bisa membacamu

Sedangkan aku buta

Bagimana aku bisa mendengarmu

Sedangkan aku tuli

Bagaimana aku bisa memelukmu

Sedangkan aku tak memiliki raga

Jika kau menjadi aku

Mereka menjadi kita

Sungguh angin pun tak mampu menyentuhku

Banyak orang menghardikku

Dengan celaan yang menyayat hati

Oh kalian...

Sedang dimabukan oleh api hati

Jiwa kalian terbang

Karena terusik oleh murka Tuhan

Tubuh mu menghitam dan mengeras

Menjadi api terkena panas matahati

Membuat dunia terbakar

Karena bara di tubuh kalian tertiup angin

Sungguh malang nasib mu

Kini menjadi debu yang tak di makan tumbuhan

Minggu, 13 Februari 2022

Pencandu dosa

 Aku adalah pecandu dosa

Tiada hari ku habiskan untuk keburukan

Bersenang-senang dengan api

Bersedih dengan kebaikan

Aku terlahir suci

Dan mati menelan kotoran

Oh malangnya aku...

Bagaimana mungkin

Aku bisa lari kasih sayang dan ampun-Nya

Rabu, 02 Februari 2022

Senja Surgawi

Nestapa ku raih

Sebab nafsu yang menguasai

Kini senja surgawi datang

Menjelma dalam bentuk

Aduhai celakanya aku

Tak kuasa diri ini

Kini cawan anggur asmara di tangan

Bermabuk-mabukan dengan cinta

Ku kira dapat melepas dahaga rindu

Ternyata rasanya sudah tak sama

Bukankah anggur semakin lama semakin bagus?

Ternyata pemiliknya lupa menutup rapat

Malangnya nasib..

Tapi pecandu tidak begitu

Ini anggur pilihan dengan jenis dan rasa berbeda