Iklan

Selasa, 29 Maret 2022

Runtuhnya langit

Di saat petang burung mulai berkumpul
Saling menyaut satu sama lain
Matahari mulai tak berdaya
Terlihat dari langit yang langsat
Suara angin mulai sayu
Jeritan pemangsa mulai riuh 
menyambut malam
Kita mulai berganti baju
Sebagian nyaman dengan telanjang
Ada yang riang menunggu pagi
Ada yang bersedih di malam hari
Semua mulai terbiasa
hingga akhirnya hanya ingatan semu
Yang menjadi penghibur diri

Senin, 28 Maret 2022

Ku bakar gaharu untuk cendana

Ketika suara melunta-lunta kegirangan
Sayat-sayat rindu menggebu di telinga
Tertarik sudah syaraf di dalam
Membetuk lingkaran sambil menari
Mengelilingi nada-nada senar yang bergetar
Tak ada kata terucap di dalam kegelisahan
Hanya gelombang yang riuh berterbangan
Menembus kepala sampai tak sadarkan diri
Pendengaran ini mulai jatuh cinta
Dengan hal yang tak bisa di lihat dan di raba
Pundak rasanya seperti tertiup rindu
Lihat banyak cinta yang mengudara
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan gila
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan buta
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan lumpuh
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan bisu
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan tersesat

Minggu, 27 Maret 2022

Kubah

Berlomba-loba membangun rumah Tuhan
Terbuat dari emas perak zambud dan ruby
Bermegah-megahan dengannya
Berharap pujian dan ridho
Berharap menjadi sufi
Sedangkan perutnya menjadi kuburan
Bagi tumbuhan dan hewan
Seolah menjadi maqomam mahmuda
Menebarkan kebaikan
Sangat disayangkan itu nampak sepeti rawa
Terlihat oleh hati yang sedang berkeliling
Ia bersemayam di dalam jiwa yang melebur
Dengan kemegahan cintaNya

Bunga ilalang

Ketika matahari menyorot ruang penyucian

Ada rasa yang masih terabaikan

Kadang ia tetap bersembunyi

Jauh di kedalaman dan sesekali muncul

Dari masa kecil ia tetap bersemayam

Tak pernah merasa lapar dan kesepian

Ia hanya butuh tempat untuk bersembunyi

Aroma yang di bawa angin mencium keningnya

Ia terpesona hingga tak bernafas

Sisik di tubuhnya mengelupas

Daun salam menyapanya

Kayu gaharu memeluknya

Cendana memberinya hadiah

Ia nampak berbahagia dengan kenangannya

Kamis, 24 Maret 2022

Penghuni gunung

Ketika malam engkau bersenandung
Ketika siang engkau berkeluhkesah
Ketika terinjak engkau hanya pasrah
Ketika tangan mu patah atas kejahatan
Engkau tetap diam

Engkau tak bergerak namun tumbuh
Menjulang tinggi sampai menjadi rumah
Bagi semua cinta dan kasih
Tubuh mu menghangatkan jiwa 

Anak-anak mu mengenyangkan perut
Nafas mu melegakan dada
Tubuh mu sering dihancurkan dan dipasang kembali dengan bentuk yang berbeda

Ulat sering menggerogoti mu
Burung dan tupai menjadi teman sejati mu
Manusia memanfaatkan mu
Engkau laksana pelindung bagi monyet

Engkau terpaku oleh bumi
Di terpa badai engkau menari
Di sambar petir engkau berapi
Ketika terkubur engkau mengeras seperti batu

Rabu, 23 Maret 2022

Asmara hati

Mulanya kita saling bertatap

Lambat laun kita semakin larut

Bagai susu dan gandum yang menjadi roti

Setiap kata yang terucap

Layaknya paus di dalam samudra

Meski tak terlihat

Nyatanya ada harapan besar di dalamnya

Ketika kau memanggil namaku

Seperti nada yang berjatuhan ke lantai

Hatiku terbawa irama hingga menari sendiri

Selasa, 22 Maret 2022

Matinya harapan

Mantra yang terucap

Menacap di jantung

Mengutuk insan dengan hina dina

Terus menggerogoti sampai ia tak berdaya

Ia merangkak berharap bebas dan menjauh

Naas upaya itu sia-sia

Terus berharap semoga datang pertolongan

Ia berteman dengan serangga

Berbicara untuk menenangkan diri

Baginya mati adalah harapan

Untuk bahagia dan membusuk 

Senin, 21 Maret 2022

Ikuti saja

 Adakalanya sendiri itu bahagia

Adakalanya riuh dengan kebisingan tertawa

Saat itu terjadi ada risau melanda

Terbelenggu menjadi susunan kata


Disaat bersamaan nafas menjadi sesak

Jantung mulai melelah

Sebagian tubuh membiru

Pikiran kabur dan mata menjadi sayu

Diskusi cinta

 Terbakar sudah daun yang kering

Pohon yang nyaris tumbang kini bertemu hujan

Putik dan pucuk mulai kembali menyapa

Memperelokan pesona pohon

Udara yang berjalan pelan menjadi pelengkap

Kebahagian ragam mahluk yang hidup di sana

Mereka berpesta atas kembalinya sang induk

Seraya berucap tiada henti

Hingga mereka bertemu bunga tidur

Dipelukan sang induk

Minggu, 20 Maret 2022

Aku

Aku sang pemuja cinta
Jika Dikau hadir di hadapan ku
Iri sudah semua mahluk di sekitar kita

Inikah rasanya buah syurga ?
Qalbu ku melepaskan diri hingga aku hampir mati
Begitu aku sadar kau hanya sebagai perhiasan
Aku bergumam dalam hati anugrah yang dulu singgah
Lambat laun pergi meninggalkan harapan

Samudra yang luas nyatanya tak menghibur
Untuk waktu yang panjang jiwa masih bersedih
Perlahan jiwa menemukan cinta sejatinya
Akhir dari cerita ku belum selesai
Ribuan naskah telah Engkau susun untuk ku
Dari rasa sakit aku belajar mencintai
Ikhlas dan sabar adalah kunci mutlak Tuhan untuk kekasihNya




Sabtu, 12 Maret 2022

Raga yang tak terbungkus

Harapan adalah impian

 Jika aku tak ada

Akan kau tetap jatuh cinta

Jika neraka tak tercipta

Akan kah kau masih berbuat baik

Jika gelap tak ada

Akan kah kau mengenal terang

Jika kau tak ada

Akan kau berharap ada

Matahari telah menjadi saksi

Ketika engkau berteriak

Jalan mu menyempit

Dan engkau berakhir

Tanpa seorangpun mengetahui

Bahwa engkau pernah hidup