Iklan

Rabu, 25 Mei 2022

Di tepi barat laut


Suara semesta memanggil
Hancurlah pikirannya
Di balik jeruji angin
Berjalan terus mencari kebebasan
Menyapa satu sama lain
Berbincang kesana kemari
Nyatanya tak menemukan jawban
Suara-suara alam silih berganti
Sayang tidak di pahami dengan akalnya
Keterbatasan pengetahuan membuatnya buta
Merangkaklah...
Berharap aman dan tak terluka tubuh
Terus bersuara hingga bisu
Terulah melihat hingga buta
Teruslah mendengar hingga tuli
Teruslah berjalan hingga lumpuh
Teruslah berharap hingga putus asa
Teruslah berpikir hingga tak waras
Terulah mencium hingga meludah
Teruslah menyentuh hingga menusuk
Teruslah merasa hingga tersakiti
Teruslah benci hingga mencintai kebencian

Senin, 23 Mei 2022

Dua jejak kaki


Di atas singgasana ia hanya diam
Di tepi kuburan ia menangis
Di tengah hutan ia bimbang
Di dalam hati ia risau
Berusaha mengejar fiksi
Tabulah cita-citanya
Seindah matahari pagi pun masih tak bahagia
Meski terlihat hangat ia tetap merasa dingin
Terus berpikir malam
Meski pagi sudah menyapanya
Berusaha sebaik mungkin agar ia di cintai
Tapi malam telah pergi bersama bulan
Ia bingung dan gundah gulana
harapannya telah mati
Nyatanya cinta ia bawa pergi
Meski hatinya bersedih
Berusaha terus menutup diri
Dan ia terkurung di dalam doa

Sabtu, 14 Mei 2022

Akar mati

Sore itu masih terlihat cerah
Nampak sugra mengintip genit
Bumi memalingkan wajahnya
Seolah sugra mencintainya
Kupanggil semua hewan di sekitar
Ku sogok ia dengan siulan
Satu burung datang terheran-heran
Seolah temannya memanggil tapi tak ada
Aku mulai bosan di tempat ini
Ku putuskan untuk pergi
Dan akhirnya
aku sendiri bosan dengan tubuh ini