![]() |
kumpulan Puisi dan Tulisan pribadi, bercerita tentang Cinta, Akal, Dunia, Imajinasi. "Aku bukan dia, hidupku tak harus selalu sama, ini cerita ku yang sudah tersusun rapi"
Iklan
Rabu, 01 Juni 2022
Diam dalam cinta
Ramanda
Rabu, 25 Mei 2022
Di tepi barat laut
Senin, 23 Mei 2022
Dua jejak kaki
Sabtu, 14 Mei 2022
Akar mati
Minggu, 24 April 2022
Kesempurnaan yang hilang
Selasa, 12 April 2022
Tulang punggung
Kamis, 07 April 2022
Pupil putih
Rabu, 06 April 2022
Anugrah
Doa ibu
Senin, 04 April 2022
Di dalam rahim kasih sayang
Takut panas
Di atas altar rindu
Minggu, 03 April 2022
Surat
Selasa, 29 Maret 2022
Runtuhnya langit
Senin, 28 Maret 2022
Ku bakar gaharu untuk cendana
Minggu, 27 Maret 2022
Kubah
Bunga ilalang
Ketika matahari menyorot ruang penyucian
Ada rasa yang masih terabaikan
Kadang ia tetap bersembunyi
Jauh di kedalaman dan sesekali muncul
Dari masa kecil ia tetap bersemayam
Tak pernah merasa lapar dan kesepian
Ia hanya butuh tempat untuk bersembunyi
Aroma yang di bawa angin mencium keningnya
Ia terpesona hingga tak bernafas
Sisik di tubuhnya mengelupas
Daun salam menyapanya
Kayu gaharu memeluknya
Cendana memberinya hadiah
Ia nampak berbahagia dengan kenangannya
Kamis, 24 Maret 2022
Penghuni gunung
Rabu, 23 Maret 2022
Asmara hati
Mulanya kita saling bertatap
Lambat laun kita semakin larut
Bagai susu dan gandum yang menjadi roti
Setiap kata yang terucap
Layaknya paus di dalam samudra
Meski tak terlihat
Nyatanya ada harapan besar di dalamnya
Ketika kau memanggil namaku
Seperti nada yang berjatuhan ke lantai
Hatiku terbawa irama hingga menari sendiri
Selasa, 22 Maret 2022
Matinya harapan
Mantra yang terucap
Menacap di jantung
Mengutuk insan dengan hina dina
Terus menggerogoti sampai ia tak berdaya
Ia merangkak berharap bebas dan menjauh
Naas upaya itu sia-sia
Terus berharap semoga datang pertolongan
Ia berteman dengan serangga
Berbicara untuk menenangkan diri
Baginya mati adalah harapan
Untuk bahagia dan membusuk
Senin, 21 Maret 2022
Ikuti saja
Adakalanya sendiri itu bahagia
Adakalanya riuh dengan kebisingan tertawa
Saat itu terjadi ada risau melanda
Terbelenggu menjadi susunan kata
Disaat bersamaan nafas menjadi sesak
Jantung mulai melelah
Sebagian tubuh membiru
Pikiran kabur dan mata menjadi sayu
Diskusi cinta
Terbakar sudah daun yang kering
Pohon yang nyaris tumbang kini bertemu hujan
Putik dan pucuk mulai kembali menyapa
Memperelokan pesona pohon
Udara yang berjalan pelan menjadi pelengkap
Kebahagian ragam mahluk yang hidup di sana
Mereka berpesta atas kembalinya sang induk
Seraya berucap tiada henti
Hingga mereka bertemu bunga tidur
Dipelukan sang induk
Minggu, 20 Maret 2022
Aku
Jika Dikau hadir di hadapan ku
Iri sudah semua mahluk di sekitar kita
Inikah rasanya buah syurga ?
Qalbu ku melepaskan diri hingga aku hampir mati
Begitu aku sadar kau hanya sebagai perhiasan
Aku bergumam dalam hati anugrah yang dulu singgah
Lambat laun pergi meninggalkan harapan
Samudra yang luas nyatanya tak menghibur
Untuk waktu yang panjang jiwa masih bersedih
Perlahan jiwa menemukan cinta sejatinya
Akhir dari cerita ku belum selesai
Ribuan naskah telah Engkau susun untuk ku
Dari rasa sakit aku belajar mencintai
Ikhlas dan sabar adalah kunci mutlak Tuhan untuk kekasihNya
Sabtu, 12 Maret 2022
Raga yang tak terbungkus
Harapan adalah impian
Jika aku tak ada
Akan kau tetap jatuh cinta
Jika neraka tak tercipta
Akan kah kau masih berbuat baik
Jika gelap tak ada
Akan kah kau mengenal terang
Jika kau tak ada
Akan kau berharap ada
Matahari telah menjadi saksi
Ketika engkau berteriak
Jalan mu menyempit
Dan engkau berakhir
Tanpa seorangpun mengetahui
Bahwa engkau pernah hidup
Minggu, 27 Februari 2022
Satu arah
Abu berteman dengan api
Tapi kayu harus lah mati
Ketika kayu mati
Terciptalah abu
Api yang bergembira serya membakar kayu
Tertawa terbahak-bahak di atasnya
Terus menari sampai ia pun mati
Kayu menangis sejadi-jadinya
Menahan sakit ketika api perlahan memakannya
Abu yang kemudian tercipta
Tersenyum gembira atas kehidupannya
Ia bertebaran terbawa angin
Dan manghilang terkena hujan
Sabtu, 26 Februari 2022
Jantung jiwa
Irama surga mulai terdengar
Sorak-sorak kebahagian datang
Saling bercumbu dengan nestapa
Tak terasa aku berjalan jinjit
Patah hati tertutup
Nestapa terbakar api lara
Tertawa lepas tanpa bicara
Hati kita bersenandung
Syair dan puisi pelengkap harpa
Permata tak di pandang
Emas tak berharga
Hanya hati dan kalbu
Serta jiwa yang berbuai candu asmara
Jumat, 25 Februari 2022
Berhenti
Aku kelelahan memanjat pohon apel
Ku dapati banyak
Lahapnya aku memakan
Tak terasa rasa kantuk datang
Setelah di terpa angin lembut
Ketika aku bangun
Nampak badai akan datang
Esok harinya aku kembali
Untuk tertidur di pangkuan akarnya
Naas sedih hati
Ia tersambar petir saat badai
Membakar segalanya yang di sampingnya
Kini aku kembali ke tempat asal
Kamis, 24 Februari 2022
Pengaduan
Sungguh bijak pun tak menjamin
Orang baik dan mengerti waktu
Sealim apapun engkau
Tak menjadi jaminan sufi
Ibadah mu tak beguna untuk Tuhan
Ketika engkau telah berhutang
Ucapan mu tumpul
Karena terhalang janji
Sekalipun kekasih Tuhan berucap
Untuk menjaga mu sebab sesuatu
Tidak mungkin kamu selamat
Sang Hakim yang Maha Adil tahu
Bahwa ini antara aku dan kau
Ku jerat kau dengan kesedihan hati
Ku halangi cahaya dari mu
Sebab kau mengotori kesucian akal
Senin, 21 Februari 2022
Aku patah hati oleh dunia
Sesekali mata ku memandang langit
Hanya ada awan di sana
Ku lihat di balik awan itu
Nampak masih tak ada apapun
'Oh kawan begitu' kata hati ku
Andaikan aku bisa bicara
Akan ku ceritakan kepada mu dari segala arah
Andaikan kau bisa mendengar
Dari apa yang aku dengar
Niscaya kau akan mati seketika
Riuh di kepala mu
Akan sirna seketika
Malangnya aku
Terjebak dalam tubuh cacat
Andai saja kau bisa melihat
Dari apa yang aku lihat
Niscaya kau akan patah hati terhadap dunia
Kamis, 17 Februari 2022
Bodoh
Bagaimana aku bisa membacamu
Sedangkan aku buta
Bagimana aku bisa mendengarmu
Sedangkan aku tuli
Bagaimana aku bisa memelukmu
Sedangkan aku tak memiliki raga
Jika kau menjadi aku
Mereka menjadi kita
Sungguh angin pun tak mampu menyentuhku
Banyak orang menghardikku
Dengan celaan yang menyayat hati
Oh kalian...
Sedang dimabukan oleh api hati
Jiwa kalian terbang
Karena terusik oleh murka Tuhan
Tubuh mu menghitam dan mengeras
Menjadi api terkena panas matahati
Membuat dunia terbakar
Karena bara di tubuh kalian tertiup angin
Sungguh malang nasib mu
Kini menjadi debu yang tak di makan tumbuhan
Minggu, 13 Februari 2022
Pencandu dosa
Aku adalah pecandu dosa
Tiada hari ku habiskan untuk keburukan
Bersenang-senang dengan api
Bersedih dengan kebaikan
Aku terlahir suci
Dan mati menelan kotoran
Oh malangnya aku...
Bagaimana mungkin
Aku bisa lari kasih sayang dan ampun-Nya
Rabu, 02 Februari 2022
Senja Surgawi
Nestapa ku raih
Sebab nafsu yang menguasai
Kini senja surgawi datang
Menjelma dalam bentuk
Aduhai celakanya aku
Tak kuasa diri ini
Kini cawan anggur asmara di tangan
Bermabuk-mabukan dengan cinta
Ku kira dapat melepas dahaga rindu
Ternyata rasanya sudah tak sama
Bukankah anggur semakin lama semakin bagus?
Ternyata pemiliknya lupa menutup rapat
Malangnya nasib..
Tapi pecandu tidak begitu
Ini anggur pilihan dengan jenis dan rasa berbeda



