Iklan

Sabtu, 28 Januari 2023

Pedih

 Lihat hujan turun

Mulai membasahi bumi

Langit gelap dan kelabu

Satu kejadian dimana semua hitam

Agak menyeramkan

Tapi banyak kehidupan lahir

Kamis, 26 Januari 2023

4 Awal 2 Akhir

 Sungguh aku mencintaimu

Layaknya seseorang yang sedang kehausan

Hadirnya dirimu
Menjadi pelepas dahaga rindu
Hati ku kini menjadi cawan
Jiwa mu adalah anggur yang menyegarkan
Tubuh ku mulai mabuk asmara
Semakin aku mabuk semakin aku takut
Kekhawatiran ku bukan padamu
Namun ketika Tuhan tidak meridhoi itu
Apalah daya jika Tuhan sudah berbuat seperti itu
Ku hadirkan Tuhan di dalam kisah asmara kita
Agar kelak kita menjadi orang yang beruntung
Agar kelak kita menjadi orang yang bahagia
Agar kelak aku dan kamu bertemu kembali
Meski butuh waktu yang panjang
Diam ku bukan berarti tak peduli
Mencintaimu secara diam-diam
Hingga menipu semua mahluk
Hanya Tuhan dan aku yang tahu
Ada rasa ingin memiliki namun kala itu nafsu
Ku pasrahkan pada Tuhan untuk memberi jalan
Menunggu waktu yang tepat
Agar semuanya berjalan baik
Meski terkadang risau dan gelisah
Tapi Tuhan berkata "bersabarlah sebentar akan Ku tunjukan jalan yang baik untukmu"
Dan kini buah kesabaran telah aku petik
Sebentar lagi kau akan jadi milikku
Terimakasih Tuhan untuk hadiah istimewaMu
Temani kami dalam setiap perjalanan
Agar kami tidak tersesat
Dan bawalah segala sesuatu dari diri kami
Ke tempat terbaik yang Engkau pilih

Rabu, 25 Januari 2023

Lekas sembuh

Kulihat dari kanan kau tampak sempurna

Kulihat dari kiri kau tampak anggun

Anginpun ingin memelukmu

Hingga tercium aroma tubuhmu

Bunga saja malu melihatmu

Selasa, 24 Januari 2023

Darimu

Batu yang ku pijak ternyata basah

Kaki ku kemudian terjatuh

 Dan aku kesakitan

Dari atas mereka cuma melihat

Sebagian dari mereka tertawa

Sebagian dari mereka diam

Sebagian dari mereka iba

Selebihnya mereka masa bodo

Senin, 23 Januari 2023

Bersenggama

Riuhnya suara membuat pengang

Tegangnya suara membuat keras kepala

Lembutnya hati membuat  sayup

Cintanya membuat rindu

Guraunya membuat bahagia

Sabtu, 21 Januari 2023

Hampa

Ku rasa panas, tapi aku sedang berteduh

Ku rasa dingin, tapi aku di depan api ungguh

Aku haus tapi aku tenggelam

Aku lapar sedangkan aku di kebun

Ah.. aku menemukan kaca

Kamis, 19 Januari 2023

Hitam

Rumah mu yang terlihat megah menerkam cahaya

Kau korbankan miliyaran kehidupan tertimbun

Egoisnya engkau hanya untuk hidup

Lihatlah...

Mereka mati dari egoismu

Lihatlah...

Mereka murka karena mu 

Rabu, 18 Januari 2023

Hakikat

 Rantai yang terlilit di ranting pohon

Terbentuklah luka di sana

Ia menangis pilu

Tersakiti dan lelah

Burung bersarang disana

Tertawa lepas bersama keluarganya


Makna

 Kata kopi itu pahit

Kata susu gurih manis

Kata garam itu asin

Kata air itu bening

Begitu katanya

Minggu, 15 Januari 2023

Kasat Mata

Putaran mu membuat sejuk

Tak ada angin riuh

Kulihat semua nampak sama saja

Hijau dan kuning

Tak ada warna lain

Herannya aku kenapa kau begitu menarik 

Jumat, 13 Januari 2023

Lembayung Pijar

Pagi tadi dibangunkan oleh mimpi

Sesak sekali dada dan berkeringat

Aku kira aku disana

Nyatanya aku sedang tertidur

Kudapati kegelapan di ruang

Sejenak menghela nafas

Aku kira bisa baik-baik saja

Nyatanya jantung semakin kencang

Pikiran entah kemana

 Sungguh ada cinta bernuasa asmara

Di antara pilar-pilar langit

Rabu, 11 Januari 2023

Kain putih di atas mimbar

Lihatlah engkau dengan gaun putihmu

Kau tutupi semua lekuk indah mu

Diam, berbicara dalan hati, dan menunduk

Ku panggil kau tampak saja diam

Tak menghiraukan siapapun

Kini kepalamu setara dengan telapak kaki

Kau terus bergumam dengan gerakan yang sama

 Hingga kalimat salam kau ucapkan

Selasa, 10 Januari 2023

Kala pagi menggoda

 Aromamu semerbak kala pagi menjelang

Teman terbaik sembari mendengar angin

Riuhnya suara burung saling menyapa

Warna mu pekat nyaris tak terlihat

Sahabatmu terbungkus dan digoreng

Ah istriku tercinta

Senin, 09 Januari 2023

Si pecinta gula

 Aku sadar tubuhku mungil

Jalanku cepat namun lambat bagi mereka

Aku sering berpapasan dengan rekanku

Kadang kala aku berbincang sebentar

Kadang kala hanya berpapasan saja

Manusa banyak mengeluh soal beban

Ku kira mereka kurang pandai bersyukur

Mereka tak tahu bahwa aku tak pernah tidur

Setiap hari aku membawa beban

Dari jarak yang sangat jauh

Kadang kala rekan ku mati

Atau tersesat hingga tak tahu dimana

Dan....

Sebagain besar hidup ku aku habiskan mencari makan

Rongga Tabu

Lensa dunia kembali berbinar-binar

Ku balikan semua perkataan semu-mu

Kulit ku mulai terbakar

Ia menjerit sekecangnya

Menahan panasnya matahari

Di dalam raga tanpak sejuk

Dan tetap bergembira ria 

Meski ia tahu bahwa kulitku terbakar

Sabtu, 07 Januari 2023

Terimakasih

Terima semua kesederhanaan
Membakti diri pada kepasrahan
Ku baptis dengan air zam-zam karena kotor
Angin membawa pesan dari roh kudus
Merpati mengirim doa di sepertiga malam
Terima kasih telah menerima menuntut takdir

Rabu, 01 Juni 2022

Diam dalam cinta




Ketika purnama datang di siang hari
Matahari pun iri hingga menutup diri
Awan menutupi matahari agar tak terlihat
Langit membiru seketika menyambut purnama
Dari jauh ku lihat pesona mu tak luntur
Dari dekat ku lihat pesona mu gemerlap
Semakin lama aku melihat mu
Semakin aku tenggalam dalam rasa gelisah
Senyum mu memantahkan kesedihan
Tertawa mu menghancurkan nestapa
Perjalanan mu di ikuti oleh para malaikat
Lesung pipi mu menyentuh titik terlemah ku
Oh sungguh jika hati ku bisa berbicara
Mungkin ia akan selalu menyapa mu
Dengan pujian-pujian cinta
Ia akan berkhutbah pada langit dan bumi
Tentang mu, dan rasa terimakasih kepada Tuhan
Tubuh ini sudah termakan racun asmara
Ia sakit dan demam cinta
Tak ada obat untuk kesembuhannya
Hingga ia mati dan cintanya terbawa ke kubur






Ramanda

Aku sering menangis saat kau pergi
Aku sering rindu saat kau jauh
Aku sering kesepian saat kau tak ada
Aku iri terhadap orang lain yang bersamamu
Aku bahagia saat kau ada
Aku bahagia saat kau menyapa
Aku bahagia saat kita bersenda-gurau
Seiring berjalannya waktu kini kau asing
Hingga akhirnya aku lelah
Untuk terus berlari mengejarmu
Meski begitu aku tetap mencintaimu
Terimakasih untuk persada alam
Aku terlahir darimu 

Rabu, 25 Mei 2022

Di tepi barat laut


Suara semesta memanggil
Hancurlah pikirannya
Di balik jeruji angin
Berjalan terus mencari kebebasan
Menyapa satu sama lain
Berbincang kesana kemari
Nyatanya tak menemukan jawban
Suara-suara alam silih berganti
Sayang tidak di pahami dengan akalnya
Keterbatasan pengetahuan membuatnya buta
Merangkaklah...
Berharap aman dan tak terluka tubuh
Terus bersuara hingga bisu
Terulah melihat hingga buta
Teruslah mendengar hingga tuli
Teruslah berjalan hingga lumpuh
Teruslah berharap hingga putus asa
Teruslah berpikir hingga tak waras
Terulah mencium hingga meludah
Teruslah menyentuh hingga menusuk
Teruslah merasa hingga tersakiti
Teruslah benci hingga mencintai kebencian

Senin, 23 Mei 2022

Dua jejak kaki


Di atas singgasana ia hanya diam
Di tepi kuburan ia menangis
Di tengah hutan ia bimbang
Di dalam hati ia risau
Berusaha mengejar fiksi
Tabulah cita-citanya
Seindah matahari pagi pun masih tak bahagia
Meski terlihat hangat ia tetap merasa dingin
Terus berpikir malam
Meski pagi sudah menyapanya
Berusaha sebaik mungkin agar ia di cintai
Tapi malam telah pergi bersama bulan
Ia bingung dan gundah gulana
harapannya telah mati
Nyatanya cinta ia bawa pergi
Meski hatinya bersedih
Berusaha terus menutup diri
Dan ia terkurung di dalam doa

Sabtu, 14 Mei 2022

Akar mati

Sore itu masih terlihat cerah
Nampak sugra mengintip genit
Bumi memalingkan wajahnya
Seolah sugra mencintainya
Kupanggil semua hewan di sekitar
Ku sogok ia dengan siulan
Satu burung datang terheran-heran
Seolah temannya memanggil tapi tak ada
Aku mulai bosan di tempat ini
Ku putuskan untuk pergi
Dan akhirnya
aku sendiri bosan dengan tubuh ini

Minggu, 24 April 2022

Kesempurnaan yang hilang

Aku pernah di puncak kebahagiaan
Dimana kesempurnaan jiwa di raih
Hingga ku lihat cahaya matahari
Seperti sedang bersenandung
Menyapa setiap mahluk yang terkenanya
Disana aku tak berbicara
Ku dengarkan saja perbincangan
Antara tumbuhan dan bumi
Udara dan matahari
Binatang dan air
Mereka lepas dari belenggu
Seorang induk memberikan anaknya kepadaku
Menyuruhku untuk menelannya
Hingga rasa lapar hilang
Kemudian aku kuburkan
Dan anak itu tumbuh setelah di makan bumi
Jiwaku terbuai oleh kearipan
Jasadku tercengang hingga tak kuat
Menahan bisingnya tawa ruhani
Kemudian ia di ajak berbahagia
Hingga mereka bersahabat
Dan jasad mulai melebur bersama bumi
Kini ruh terbuai ke langit

Selasa, 12 April 2022

Tulang punggung

Setengah tinggiku bagi rata denganmu
Tak masalah bagiku jika engkau nyaman
Dua pertiga umur ku bagi denganmu
Agar nafasmu mejulang ke langit
Dari satu menuju dua
Dari dua menuju seribu
Dari seribu menjadi satu
Kokohlah ia kuatlah ia
Bentuk dada yang tegak
Serta bahu bak hamparan besi
Punggungmu jauh lebih kokoh dan luas
Seperti samudera

Kamis, 07 April 2022

Pupil putih

Tenggorokan mulai meradang
Hidung mulai mampet
Kepala sedikit pusing
Badan tak senyaman sehat
Kurasa aku mulai menggigil 
Aku butuh selimut
Tolong ambilkan aku air hangat dan madu
Tolong jangan terlalu ramai
Aku butuh sedikit kesendirian
Perlahan aku memelas balas kasih
Ku harap Engkau menjenguk hamba
Yang sudah semakin tak berdaya
Mataku mulai tak bisa di ajak becanda
Sungguh ada saatnya dimana kelam
Dan gelap adalah kebahagian yang mutlak

Rabu, 06 April 2022

Anugrah

Aku tinggalkan jejak harapan untukmu
Ku ciptakan puisi untuk beritaku
Ku lihat engkau semakin dewasa
Dan aku semakin melemah saja
Ah.. sepertinya aku terlalu banyak bergerak
Sebentar lagi kau akan pergi
Bersama teman sejatimu
Kau tinggalkan aku di saat aku mulai lemah
Tau kah kau ?
Saat kau tak bisa berjalan dan berbicara
Akulah yang merawatmu
Kuberikan segala cinta kasih untukmu
Dari bentuk mata, bibir, hidung hingga kepala
Lantas kemana saja kau saat itu ?
Kulihat kau mulai asik menari
Di atas mimbar, sembari berkhotbah
Tentang teman sejatimu
Dan kini kau ingin membelah dirimu
"Ibu, ayah terimakasih"

Doa ibu

Terbiasa bergelantungan di atas pohon
Kini buah terjauh akibat badai
Dan di makan oleh binatang
Ia nampak sedih dan asing
Tetesan air hujan membuat lubang di tanah
Dan ia terperangkap di dalamnya
Kemudian terkubur
Benih pun muncul
ia berbuah lebat
Dan menjadi induk kehidupan di sekitarnya
Ia berhasil bangkit dari rasa sedih
Kemudian dia sadar
Ada bisikan "kujaga kau dengan ucapan"

Senin, 04 April 2022

Di dalam rahim kasih sayang

Ada rindu yang tertinggal
Dikala suara dan aromamu hilang
Sedih rasanya jika tidak terlihat lagi
Namun titah tetaplah harus dilakukan
Suara sandalmu menjadi pelipur lara
Gemerik anak kecil menjadi cerminku
Sinar matahari memeluk kita
Angin menjadi pesan kita
Doa adalah harapan kita
Dan kita saling berkomunikasi lewat bulan
Lampu jalanan menyapa kesunyian
Lampu rumah menjadi penghias malam
Lalu lalang roda besi menjadi hiburan
Temanku bubuk tembakau
Untuk sejenak melupakan keresahan hati
Atas rindu yang menetap
Hingga aku melupakan diri sendiri

Takut panas

Bersembunyi di bawah pohon
Agar tak terkena panas
Meski rimbun namun tetap saja terasa
Kembali bersembunyi di dalam gua
Bahagia tak ada panas matahari terasa
Namun semakin lama di dalam
Tubuhku menggigil
Tak ada suara terdengar
Hanya suara tetesan air yang jatuh
Aku tersesat dan ketakutan
Lambat laun kulitku berubah menjadi lumut

Di atas altar rindu

Dikala gundah melanda tubuh
Bagai ombak menerpa karang
Membawa pasir dan sepihan kayu
Menepi di pantai
Ku adukan segala resah yang ada
Bercerita denganMu dalam ukiran tinta cinta
Dalam gelap dan dalam hening
Membuat sesak dada karena rindu
Kubendung air yang nyaris jatuh dari mata
Tapi tetap saja bah air rindu semakin besar
Hingga menetes di altar suci
Malu rasanya dilihatMu
Ketika tak bisa menahan kesedihan
Ceritaku selalu tentang nestapa
Kuharap Engkau selalu tersenyum
Dan tak pernah bosan
Dari setiap kata yang keluar dari mulut ini
Tentang harapan dan pengampunan

Minggu, 03 April 2022

Surat

Kubaca suratmu di kala hujan
Sesekali aku tertawa membacanya
Sesekali aku bersedih mendengarnya
Bagai es yang terjatuh di lahar
Kuikuti pepatahmu
Sejengkal demi sejengkal
Meski jejakmu yang besar 
hingga membuat air laut bertaburan
Untuk peri mungil yang kelelahan
Mengintari petilasan, menuju kehakikian
Kubuka lembar lain di suratmu
Hampir saja kepalaku pecah
Sebab semburan puisi yang keluar
Mataku terpesona hingga kering terbakar
Oleh keindahan bentuk dan suaramu
Perbicangan kita akhirnya di paksa selesai
Oleh suara ayam jantan dan kebisingan dunia

Selasa, 29 Maret 2022

Runtuhnya langit

Di saat petang burung mulai berkumpul
Saling menyaut satu sama lain
Matahari mulai tak berdaya
Terlihat dari langit yang langsat
Suara angin mulai sayu
Jeritan pemangsa mulai riuh 
menyambut malam
Kita mulai berganti baju
Sebagian nyaman dengan telanjang
Ada yang riang menunggu pagi
Ada yang bersedih di malam hari
Semua mulai terbiasa
hingga akhirnya hanya ingatan semu
Yang menjadi penghibur diri

Senin, 28 Maret 2022

Ku bakar gaharu untuk cendana

Ketika suara melunta-lunta kegirangan
Sayat-sayat rindu menggebu di telinga
Tertarik sudah syaraf di dalam
Membetuk lingkaran sambil menari
Mengelilingi nada-nada senar yang bergetar
Tak ada kata terucap di dalam kegelisahan
Hanya gelombang yang riuh berterbangan
Menembus kepala sampai tak sadarkan diri
Pendengaran ini mulai jatuh cinta
Dengan hal yang tak bisa di lihat dan di raba
Pundak rasanya seperti tertiup rindu
Lihat banyak cinta yang mengudara
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan gila
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan buta
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan lumpuh
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan bisu
Jatuhkan satu ! Lalu kau akan tersesat

Minggu, 27 Maret 2022

Kubah

Berlomba-loba membangun rumah Tuhan
Terbuat dari emas perak zambud dan ruby
Bermegah-megahan dengannya
Berharap pujian dan ridho
Berharap menjadi sufi
Sedangkan perutnya menjadi kuburan
Bagi tumbuhan dan hewan
Seolah menjadi maqomam mahmuda
Menebarkan kebaikan
Sangat disayangkan itu nampak sepeti rawa
Terlihat oleh hati yang sedang berkeliling
Ia bersemayam di dalam jiwa yang melebur
Dengan kemegahan cintaNya

Bunga ilalang

Ketika matahari menyorot ruang penyucian

Ada rasa yang masih terabaikan

Kadang ia tetap bersembunyi

Jauh di kedalaman dan sesekali muncul

Dari masa kecil ia tetap bersemayam

Tak pernah merasa lapar dan kesepian

Ia hanya butuh tempat untuk bersembunyi

Aroma yang di bawa angin mencium keningnya

Ia terpesona hingga tak bernafas

Sisik di tubuhnya mengelupas

Daun salam menyapanya

Kayu gaharu memeluknya

Cendana memberinya hadiah

Ia nampak berbahagia dengan kenangannya

Kamis, 24 Maret 2022

Penghuni gunung

Ketika malam engkau bersenandung
Ketika siang engkau berkeluhkesah
Ketika terinjak engkau hanya pasrah
Ketika tangan mu patah atas kejahatan
Engkau tetap diam

Engkau tak bergerak namun tumbuh
Menjulang tinggi sampai menjadi rumah
Bagi semua cinta dan kasih
Tubuh mu menghangatkan jiwa 

Anak-anak mu mengenyangkan perut
Nafas mu melegakan dada
Tubuh mu sering dihancurkan dan dipasang kembali dengan bentuk yang berbeda

Ulat sering menggerogoti mu
Burung dan tupai menjadi teman sejati mu
Manusia memanfaatkan mu
Engkau laksana pelindung bagi monyet

Engkau terpaku oleh bumi
Di terpa badai engkau menari
Di sambar petir engkau berapi
Ketika terkubur engkau mengeras seperti batu

Rabu, 23 Maret 2022

Asmara hati

Mulanya kita saling bertatap

Lambat laun kita semakin larut

Bagai susu dan gandum yang menjadi roti

Setiap kata yang terucap

Layaknya paus di dalam samudra

Meski tak terlihat

Nyatanya ada harapan besar di dalamnya

Ketika kau memanggil namaku

Seperti nada yang berjatuhan ke lantai

Hatiku terbawa irama hingga menari sendiri

Selasa, 22 Maret 2022

Matinya harapan

Mantra yang terucap

Menacap di jantung

Mengutuk insan dengan hina dina

Terus menggerogoti sampai ia tak berdaya

Ia merangkak berharap bebas dan menjauh

Naas upaya itu sia-sia

Terus berharap semoga datang pertolongan

Ia berteman dengan serangga

Berbicara untuk menenangkan diri

Baginya mati adalah harapan

Untuk bahagia dan membusuk 

Senin, 21 Maret 2022

Ikuti saja

 Adakalanya sendiri itu bahagia

Adakalanya riuh dengan kebisingan tertawa

Saat itu terjadi ada risau melanda

Terbelenggu menjadi susunan kata


Disaat bersamaan nafas menjadi sesak

Jantung mulai melelah

Sebagian tubuh membiru

Pikiran kabur dan mata menjadi sayu

Diskusi cinta

 Terbakar sudah daun yang kering

Pohon yang nyaris tumbang kini bertemu hujan

Putik dan pucuk mulai kembali menyapa

Memperelokan pesona pohon

Udara yang berjalan pelan menjadi pelengkap

Kebahagian ragam mahluk yang hidup di sana

Mereka berpesta atas kembalinya sang induk

Seraya berucap tiada henti

Hingga mereka bertemu bunga tidur

Dipelukan sang induk

Minggu, 20 Maret 2022

Aku

Aku sang pemuja cinta
Jika Dikau hadir di hadapan ku
Iri sudah semua mahluk di sekitar kita

Inikah rasanya buah syurga ?
Qalbu ku melepaskan diri hingga aku hampir mati
Begitu aku sadar kau hanya sebagai perhiasan
Aku bergumam dalam hati anugrah yang dulu singgah
Lambat laun pergi meninggalkan harapan

Samudra yang luas nyatanya tak menghibur
Untuk waktu yang panjang jiwa masih bersedih
Perlahan jiwa menemukan cinta sejatinya
Akhir dari cerita ku belum selesai
Ribuan naskah telah Engkau susun untuk ku
Dari rasa sakit aku belajar mencintai
Ikhlas dan sabar adalah kunci mutlak Tuhan untuk kekasihNya




Sabtu, 12 Maret 2022

Raga yang tak terbungkus

Harapan adalah impian

 Jika aku tak ada

Akan kau tetap jatuh cinta

Jika neraka tak tercipta

Akan kah kau masih berbuat baik

Jika gelap tak ada

Akan kah kau mengenal terang

Jika kau tak ada

Akan kau berharap ada

Matahari telah menjadi saksi

Ketika engkau berteriak

Jalan mu menyempit

Dan engkau berakhir

Tanpa seorangpun mengetahui

Bahwa engkau pernah hidup

Minggu, 27 Februari 2022

Satu arah

Abu berteman dengan api

Tapi kayu harus lah mati

Ketika kayu mati

Terciptalah abu

Api yang bergembira serya membakar kayu

Tertawa terbahak-bahak di atasnya

Terus menari sampai ia pun mati

Kayu menangis sejadi-jadinya

Menahan sakit ketika api perlahan memakannya

Abu yang kemudian tercipta

Tersenyum gembira atas kehidupannya

Ia bertebaran terbawa angin

Dan manghilang terkena hujan 

Sabtu, 26 Februari 2022

Jantung jiwa

Irama surga mulai terdengar

Sorak-sorak kebahagian datang

Saling bercumbu dengan nestapa

Tak terasa aku berjalan jinjit

Patah hati tertutup

Nestapa terbakar api lara

Tertawa lepas tanpa bicara

Hati kita bersenandung

Syair dan puisi pelengkap harpa

Permata tak di pandang

Emas tak berharga

Hanya hati dan kalbu

Serta jiwa yang berbuai candu asmara

Jumat, 25 Februari 2022

Berhenti

Aku kelelahan memanjat pohon apel

Ku dapati banyak

Lahapnya aku memakan

Tak terasa rasa kantuk datang

Setelah di terpa angin lembut

Ketika aku bangun

Nampak badai akan datang

Esok harinya aku kembali

 Untuk tertidur di pangkuan akarnya

Naas sedih hati

Ia tersambar petir saat badai

Membakar segalanya yang di sampingnya

Kini aku kembali ke tempat asal

Kamis, 24 Februari 2022

Pengaduan

Sungguh bijak pun tak menjamin

Orang baik dan mengerti waktu

Sealim apapun engkau

Tak menjadi jaminan sufi

Ibadah mu tak beguna untuk Tuhan

Ketika engkau telah berhutang

Ucapan mu tumpul

Karena terhalang janji

Sekalipun kekasih Tuhan berucap

Untuk menjaga mu sebab sesuatu

Tidak mungkin kamu selamat

Sang Hakim yang Maha Adil tahu

Bahwa ini antara aku dan kau

Ku jerat kau dengan kesedihan hati

Ku halangi cahaya dari mu

Sebab kau mengotori kesucian akal


Senin, 21 Februari 2022

Aku patah hati oleh dunia

Sesekali mata ku memandang langit

Hanya ada awan di sana

Ku lihat di balik awan itu

Nampak masih tak ada apapun

'Oh kawan begitu' kata hati ku

Andaikan aku bisa bicara

Akan ku ceritakan kepada mu dari segala arah

Andaikan kau bisa mendengar

Dari apa yang aku dengar

Niscaya kau akan mati seketika

Riuh di kepala mu

Akan sirna seketika

Malangnya aku

Terjebak dalam tubuh cacat

Andai saja kau bisa melihat

Dari apa yang aku lihat

Niscaya kau akan patah hati terhadap dunia

Kamis, 17 Februari 2022

Bodoh

Bagaimana aku bisa membacamu

Sedangkan aku buta

Bagimana aku bisa mendengarmu

Sedangkan aku tuli

Bagaimana aku bisa memelukmu

Sedangkan aku tak memiliki raga

Jika kau menjadi aku

Mereka menjadi kita

Sungguh angin pun tak mampu menyentuhku

Banyak orang menghardikku

Dengan celaan yang menyayat hati

Oh kalian...

Sedang dimabukan oleh api hati

Jiwa kalian terbang

Karena terusik oleh murka Tuhan

Tubuh mu menghitam dan mengeras

Menjadi api terkena panas matahati

Membuat dunia terbakar

Karena bara di tubuh kalian tertiup angin

Sungguh malang nasib mu

Kini menjadi debu yang tak di makan tumbuhan

Minggu, 13 Februari 2022

Pencandu dosa

 Aku adalah pecandu dosa

Tiada hari ku habiskan untuk keburukan

Bersenang-senang dengan api

Bersedih dengan kebaikan

Aku terlahir suci

Dan mati menelan kotoran

Oh malangnya aku...

Bagaimana mungkin

Aku bisa lari kasih sayang dan ampun-Nya

Rabu, 02 Februari 2022

Senja Surgawi

Nestapa ku raih

Sebab nafsu yang menguasai

Kini senja surgawi datang

Menjelma dalam bentuk

Aduhai celakanya aku

Tak kuasa diri ini

Kini cawan anggur asmara di tangan

Bermabuk-mabukan dengan cinta

Ku kira dapat melepas dahaga rindu

Ternyata rasanya sudah tak sama

Bukankah anggur semakin lama semakin bagus?

Ternyata pemiliknya lupa menutup rapat

Malangnya nasib..

Tapi pecandu tidak begitu

Ini anggur pilihan dengan jenis dan rasa berbeda


Sabtu, 12 Juni 2021

Eksaltasi

Digerayang oleh udara

Terangsang oleh prasa

Dua jari saling berbicara

Namun mereka sadar, mereka tuli

Masih di dalam persetubuhan

Udara kini menjelma angin

Diam-diam kain tersipu malu

Oh...

Aku tak tahan oleh nafsu ini

Semakin menggebu-gebu

Semakin memuncak

Semakin gila

Ah...

Sudah ku duga ini pikirku saja 

Selasa, 11 Agustus 2020

Bersetubuh Dengan Dunia

Ada hati yang dengki
Karena melihat kemegahan 
Ada hati yang iba
Karena melihat kesengsaraan

Ingin memberi kasih
Namun rasa sayang 
Tak begitu besar
Dari keserakahan

Dari air yang kini terbentuk
Insan yang tak sempurna
Tak ada kasih yang besar
Menghancurkan keadilan

Rasanya lebih baik tertusuk pedang
Jika hati yang tertusuk ucapan
Tak ada harapan lagi
Seraya mati dalam kehampaan

Minggu, 09 Agustus 2020

Bersemayam Di Alas Suci

Ada hati yang penuh suka
Ada hati yang penuh duka
Pelipur lara ku bagikan suka cita
Dalam hening ku berseru pada mu

   Seruan ku memanggil
   Ketika nestapa ada pada mu
   Bersembahlah seakan lutut mu ku ambil
   Tapi aku tak sejahat itu

Ku hias dunia mu dengan keindahan
Kadangkala kau tak suka
Ketika aku memberi hiasan tertentu
Kau mengabaikan ku

   Oh domba-domba ku
   Lihatlah hujan
   Ku beri dia gelap
   Tapi tumbuh kehidupan

Akal ku tak menyentuh mu
Hati ku terlalu sempit untuk debu
Kaki ku terlalu lemah 
untuk menggapai mu...Tuhan

Penjual Abu

Dari pupil yang membesar
Kadang pula mengecil
Merekam semua warna
Dan di simpan di setiap sudut

Ketika hawa panas membakar
Melebur membuatnya satu warna
Berlian yang begitu elok
Berubah menjadi abu

Tak bernilai lagi
Begitu ucap mereka
Sayang mereka begitu angkuh
Dia lebih berharga dari berlian

Perhiasan mu hilang
Tapi kamu memberi kehidupan
Meski harga dirimu jatuh
Begitu ucap si penjual abu

Rabu, 05 Agustus 2020

Surat Untuk Tuhan

Aku rasa kendati ingin ku ambil pedati, menusuknya lebih terasa ke sendirian membuat ku berkata pada kata yang tak bisa di katakan bejana ini terisi anggur, namun ku dapati ia kosong. Sungguh ia pelipur lara membohongi ku. Aku rasa ia telah berbuat baik saat bejana terisi penuh ku dapati ramai bercakap sungguh baik mereka mengerti kepada ku. Saat ku dapati bejana berisi anggur kosong merekameninggalkan ku sungguh baik cawan-cawan yang lain sudahkah aku berbaik sangka pada cawan-cawan yang laina tak ada yang lebih baik dari rasa terimakasih. Sempat ku berpikir masih bermimpi fajar ia telah tiba aku rasa ini mimpi buruk ia tetap tinggal di pikiran aku takut sepi yang lain tetap  tak berarti ada beberapa sepucuk surat dari tuhan melalui intuisi ku, isyarat yang tak mudah ku dapati beberapa teman lama bermuram durja di samping kekasihnya namun wajahnya bercahaya, setelah ku dapati di depan ku bersolek seorang wanita berkerudung dengan celana pedek nya duduk di dipan dengan tatapan angkuh ia berkata menunggu ku sesuatu harus diselesaikan secara baik baik dengan kesalahpahaman, tak ada surat yang lebih baik dari surat tuhan kepada ku
Setiap sesuatu yang memiliki rasa itu selalu bernyawa.
Ada hitam legam dan putih merekah 
Keras kepala mu sama dengan ku 
Hingga niat tak pernah redup suatu ketika ia berkata
   "Apa yang kamu makan setelah kepergian ku ? Dan apa yang kamu sembah setelah kepergian ku"
Tersyat hati ku ketika ia mengucapkan prihal ini.
Sungguh tak bisa ku bayangkan betapa mengerikannya ia berkata 
   "setelah kepergian ku mungkin kau akan kelaparan"
Dari beberapa sudut pandang yang ku cerna seakan menghantam intuisi ku beberapa alasan dan kemungkinan yang lain ini bukan cara pandang ku tentang isi surat tuhan jauh ku sampingkan itu aku rasa sesuatu mempropokasi pikiran menjadi sebuah motivasi aku selalu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda jika aku membenci suatu prihal keburukan itu tak akan cukup untuk menenggelamkan sebuah pulau tak ada celah untuk membenci keburukan.



Created by : Raden Budiantoro

Minggu, 02 Agustus 2020

Khutbah Cinta

Ada rindu yang tak di kata
Hingga merasa resah karena ia hina kerinduan
Ada hati yang tak sewaras logika
Meski enggan berdusta
Cinta tak serumit itu
Kadang iya mempersulit 
Baru saja ada jawaban
Melerai pujangga di tepi tak berdasar
Sampai jumpa pujaan
Kini ia dengan pujangga pilihannya 


Created by : Raden Budiantoro

Tubuhku Tak Sekerdil Dulu

Ada cerita yang ingin aku bagikan
Sayangnya kamu terlalu bahagia
Apakah yang membuatmu terus tertawa ?
Padahal aku hanya diam saja
Jika kelak takdir itu aku ubah
Kini malah kalian yang terdiam
Dan aku tertawa sendiri
Dan kalian tahu bagaimana rasanya ?
Sungguh tak menyenangkan tertawa sendiri

Jumat, 31 Juli 2020

Keindahan asmara

Candu ku pada tulisan mu
Meski aku tak tahu bagaimana suara mu
Alangkah malangnya hati 
Merindu tapi tak melihat
Bagian dalam cerita ini
Adalah aku dan kamu

Rabu, 29 Juli 2020

Temui aku

Katamu aku seperti abu
Kataku kamu adalah api
Di pikiran mereka kita adalah kayu
Orang-orang menyebut dirinya emas
Ada pula yg menyebut dirinya hanya batu
Dalam pandangan lain kita di anggap berlian
Hewan dan tumbuhan menganggap mereka tak ada
Kehidupannya terbatas
Kita sadar tapi tak pernah mengakui
Setiap hari berkaca tapi mata selalu tertutup

Minggu, 26 Juli 2020

Gelombang Nestapa

Dinginnya malam berbeda dengan sejuk
Meski begitu ujung kebahagiaan itu tiba
Tak ada batas dan ruang
Meski dada terasa sesak
Semua tergambar samar
Kadang kala menjadi tabu
Angin malam menggores tubuh
Suasana ini menjadi hangat
Semakin hangat saat nada terdengar
Aku berada di keabadian semu

Sabtu, 25 Juli 2020

Menembus

Di dalam sejarah tak pernah dituliskan
Berharap diketahaui
Sayangnya mereka menulis sejarah sendiri
Begitu banyak kata
Tapi tak menembus mu
Garis wajah mulai melengkung
Tapi itu bukan senyuman yg baik
mata mu memberitakan
Semakin asing


Rabu, 26 Desember 2018

Beristirahatlah Dengan Nirwana

Dua jantung saling bersembunyi 
Takut akan hal yang tak pasti 
Sejauh mana engkau menutup diri 
Jalanmu sudah digariskan
Wajahmu banyak bercerita
Hanya dengan melihat membuatku bising
Waktu begitu cepat
Tak terasa janggutku mulai tumbuh
Masih dalam hal yang sama
Salah satu jantung mati
Keberadaan yang sulit
Air tetap saja mengalir
Hujan tak selamanya gerimis
Mati dan tumbuh
Kesedihan dan kebencian
Kebodohan dan keegoisan
Kemunafikan dan kehinaan
Berlarut-larut di telapak kaki
Memakan tubuh dengan rakus
Kini...
Keindahan dan kenangan

Minggu, 23 Desember 2018

Melodi Ada Batasnya

Batu tak bergerak
Tumbuhan tumbuh
Meskipun dia termasuk unsur dunia
Mendengarkan ada kalanya baik
Keterbatasanku diatas normal
Semuanya mulai candu
Mata terpejam sebelah
Hal-hal bodoh merasuki tubuh
Perlahan mengendalikan motorik tubuh
Diam namun tetap dalam pergerakan
Berbicara hal yang tak penting
Musik mengiringi lantunan perjalanan
Bulan tertutup awan tebal
Aku berpikir tak seharusnya seperti ini
Lambat laun mulai terpisah
Terhisap keadaan saat ini
Lembayung senja mulai berbicara
Namun ini sudah larut malam
Goresan kata mulai terucap
Aku hampir tak berfikir
Teman setia mulai menghilang
Hanya kau dan aku kini
Kita hanya saling bertatap
Membayangkan sejarah yang pernah tertulis
Selebah mata ku mulai menangis
Waktu kini menghilang
Hanya suara serangga malam
Yang kini menjadi teman
Bersandar di bawah tirani
Kepalsuan kini mulai terungkap
Namun......
Kesedihan seungguhnya kita mulai sendirian

Sabtu, 22 Desember 2018

2/4 Bulan

Matamu membuat ku ingin terus memandang
Jauh atau dekat
Waktu berjalan seolah-olah begitu pelan
Entah ada warna apa di sekitar mu
Mungkin hanya aku yang bisa melihatnya
Menyentuh titik terlemah
Aku tak berlari
Tapi mengapa Jatung ku 
memompa darah begitu cepat
Ku lukis wajah mu di dalam ingatan
Ku bingkai dalam hati
Kita semakin dekat di saat hujan
Mungkin dia mendorong kita
Untuk berteduh di tempat yang sama
Pelangi menjadi pelengkap suasana
Kita mulai tumbuh dan terbiasa
Jemari mu memegang erat tangan ku
Membawa pada suatu tempat dan berlari
Dunia ini terasa begitu mengecil
Selamat datang sayang

Jumat, 21 Desember 2018

Simpul Mata Kaki

Ketika aku duduk 
Panas matahari masuk dalam selah-selah bangunan
Meski terdiam namun hati begitu banyak bicara
Bertengkar dengan akal mencoba menguasai tubuh
Jemari saling bersentuhan
Seolah tahu keberadaanya
Terasa besar dan sulit dikendalikan
Udara seolah semakin menipis
Dan aku tertidur dalam waktu yang panjang

Selasa, 16 Oktober 2018

Ternyata Yang Merindukan Ku Bukan Mamu Tapi Kematian

Saat semua organ ku masih berjalan seperti biasanya, aku merasa begitu dekat dengan kalian semua suasana yang aku rindukan tertawa bersamamu, bertingkah konyol, kesal, sedih dan begitu banyak yang terukir. Disaat sesibuk apapun kita selalu mencari waktu untuk bisa berbincang-bincang hingga secangkir kopi menjadi saksi diantara perbincangan kita yang kadang bermakna dan kadang tak jelas sampai kita tak kenal watku hingga tak sadar bahwa ini sudah sangat larut.
Begitu teringat dan sangat jelas kau selalu menemaniku mengenalmu membuatku bahagia, sahabat yang selalu membuat merasa hidup dan bahagia. Waktu tak begitu terasa hingga kita sudah dewasa dan terus bertambah dewasa kehidupan kita semakin terbatas dan waktu semakin sempit untuk terus bersama jalan kita semakin berbeda tujuan dan cita-cita kita tak sejalan lagi, meski begitu aku rasa waktu itu terasa sangat menyenangkan banyak hal yang kelak akan ku ceritakan pada keturunanku dikemudian hari.
Hey kawan apakah kau akan mengingatku ? Masihkan kau ingat kita disaat rambutku sudah tak sehitam dan selebat dulu ? Disaat kita berjanji akan tetap bersama sampai membuat pertemuan keluarga kita dengan saling membawa cucu ? Aku tak tau hal itu bisa tercapai atau tidak, namun aku sadar satu hal yang paling sedih di saat aku benar-benar sendirian di tempat yang berbeda, yaitu kematian dan kuburanku. Apakah kau akan tetap mengingatku dan mendoakanku saat aku tak memakai baju berwarna lagi dan hanya memakai baju khusus yang dikhususkan, saat dimana harta ini ku wariskan kepada ahli waris,  saat dimana jantung ku tak mempompa darah lagi.
Kini tempat tidurku menyatu dengan yang sering aku injak bantal tak selembut dan se-empuk dirumah, apakah kau akan mengingatku dengan doa yang selalu kau panjatkan ?  Setiakah kau ? Atau kau akan mencari kawan baru lagi dan menangisi ku untuk beberapa saat ? Aku tak tahu semoga saja kau tak sejahat itu, tapi aku tak bisa menyalahkan segala sesuatu yang terjadi sebab semua memang sudah memiliki jalannya masing-masing. 
Aku hanya ingin berucap terimakasih tentang apa yang telah kau lakukan itu mungkin berwarna saat aku masih hidup.

Rabu, 03 Oktober 2018

Saat Hati Merasa Bahagia

Pernah jatuh cinta
Dikala semua sejajar
Saat pertama mata memandang
Bercerita untuk kesekian kalinya
Berpijak pada tumpu kekasih
Berharap dunia menyukainya
Ketika indra perasa tersentuh
Semua dunia tertutup
Oleh lengkungan bibir
Hal yang dirasa aneh
Berubah menjadi bunga
Bahkan kotoran yang busuk pun
Tercium wangi

Senin, 01 Oktober 2018

Keajaiban

Hari ini terlalu dini untuk bahagia
Berjalan meski tak tau arah
Asalkan tidak berdiam diri
Bercerita hanya sedeker melepas penat
Aku bukanlah keajaiban
Yang kedatangannya selalu di tunggu mahluk
Kadang hal kecil saja
Sulit membuatmu tertawa
Apakah kau merasa rugi saat aku datang ?
Sungguh aku tak pernah lelah
Meski tubuh ku tak sekuat semangat
Dan seketika bisa saja hancur 

Senin, 03 September 2018

Embun Yang Tertiup Angin

Dari satu sudut bergemilap
Membius syaraf hingga pusat kehidupan
Saling terikat utuh
Kelopak sayu
Pipi tertarik
Bibir melebar
Pikiran dan hati menyatu saat itu
Bukan sayang

Senin, 13 Agustus 2018

..........


Udara semakin menipis
Saat masuk kedalam dada
Menjadi sebuah embun
Yang keluar dari mata

Seolah ingin menutup semua
Akal tak terkendali
Setengah kesadaran hilang
Membungkuk dan mati

Berjalan setengah arah
Syaraf meninggi
Berkhayal tentang sejarah
Seperti bukan manusia

Indah adakalanya tenggelam
Saat setengah tua
Akal mulai sadar
Sahabat terbaik adalah......

Rabu, 08 Agustus 2018

Tumbuhan Kering


Dunia ini bias
Kadang juga pekat
Tak ada yang tahu
Kejutan apa yang datang

Semua berjalan apa adanya
Melingkar tak berujung
Menghilang dan datang
Dengan rupa yang berbeda

Bila rindu melanda
Saat hati terbelenggu
Rasa ingin berucap
Nyatanya bibir tak begitu

Kosongnya perasaan
Saat aku terbangun
Dalam kehidupan baru
ada masalalu yang menunggu

Senin, 06 Agustus 2018

23 Derajat Di Tahun Yang Sama

Satu titik kita bertatap
Jauh memang
Tapi Ini terasa hangat
Saat kita memandang langit

Terpisah dalam udara
Berbicara di dalam hati
Tubuh ku seakan kaku
Saat memandang mu dari kejauhan

Bintang bersinar
Menetap diatas
Seolah berjalan melihat ku
Kadang ingin menyapa

Pita suara ku tak bisa berucap banyak
Aku tersesat disini gelap
Aku membenci ini
Akal seolah hilang

Banyak jejak yang tertinggal
Semua kelam hanya emosi sebatas
Tersenyum menutup diri
Berjalan dari keramaian

Akal dan kalbu 
Tak pernah sejalan
Ingin memutar keadaan
Aku hanya takut semua tak seperti dulu

Minggu, 05 Agustus 2018

Mendekatlah

Tak tertuai
Pikiran tak sejernih dulu
Melambai seolah tak di lihat
Ini sederhana

Aku tak tahu banyak
Kadang kelabu
Kadang terlihat nyata
Dunia ini seolah berteman

Berkumpul mencari warna
Melupakan sejenak
Aku hanya rindu
Kelam tak berdasar

Banyak yang berhamburan
Saling bertemu
Ingin bertatap
Yaa.. ini sangat sedehana

Selulit inikah
Saat ucapan hanya 
Ingin berkata jujur
Bahwa aku merindukan mu

Sabtu, 04 Agustus 2018

Aku Bukan Kalbu

Aku bukan benalu
Aku adalah kehidupan
Aku tertidur
Dalam masa tertentu

Ketika aku bangun
Sebagian diriku terlelap
Aku tak asing
Hidupku tak tersentuh

Hey kau...
Carilah aku di dalam
Kelak cangkang ini akan tertinggal
Sebagai tanda aku pernah hidup

Di Utara Cerita

Kita mengenal seolah lupa
Dilupakan meski kadang rindu
Tak perlu banyak suara
Kita memang mendengar

Semua terlalu jauh
Hingga tak tersentuh
Diasingkan kepura-puraan
Diselimuti kata-kata bijak

Akal tak bisa menyentuh hati
Bahasa tubuh bisa dikenali
Semuanya kemunafikan
Kita semakin jauh melangkah

Hingga indra pengelihatan
Terhalang oleh rintihan
Kata-katamu lembut
Sejujurnya ini perasaan

Kamis, 02 Agustus 2018

Kamuflase

Semua napak nyata
Tapi itu hanya ilusi
Tersentuh namun jauh
Pandangan semakin rabun

Surya memang hadir
Terkadang ia tertutup kabut
Hijau tak akan lama
Kelak ia akan menguning

Semakin menikmati
Semakin sulit untuk bernapas
Bersahabat sedari dulu
Sayang kau hanya menipu

Rabu, 01 Agustus 2018

1/3 Mata Hati

Semua membisu

Tak terhayal sudah
Banyak diantara hal itu
Berputar tak kembali

Akal membeku
Semua tak terkhayal
Namun mata tetap saja sama
Hay.. manusia

Aku memberimu petunjuk
Kasih ini tak semestinya ada
Aku menikmati suaramu
Akhirnya kau tak mengerti Aku

Dari Yang Tersembunyi

kau memang buta, tuli dan bisu
tapi kau begitu dekat
kau mengerti semuanya
dari yang tersembunyi

kau tak sersentuh
kau tersenyum saat aku tersenyum
kau bukan asing
kau tumbuh sepertiku

hey ...
kau tak bisa bersuara
kau ada
saat aku di depan cermin
saat cahaya menembus tubuh