Iklan

Senin, 23 Mei 2022

Dua jejak kaki


Di atas singgasana ia hanya diam
Di tepi kuburan ia menangis
Di tengah hutan ia bimbang
Di dalam hati ia risau
Berusaha mengejar fiksi
Tabulah cita-citanya
Seindah matahari pagi pun masih tak bahagia
Meski terlihat hangat ia tetap merasa dingin
Terus berpikir malam
Meski pagi sudah menyapanya
Berusaha sebaik mungkin agar ia di cintai
Tapi malam telah pergi bersama bulan
Ia bingung dan gundah gulana
harapannya telah mati
Nyatanya cinta ia bawa pergi
Meski hatinya bersedih
Berusaha terus menutup diri
Dan ia terkurung di dalam doa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hallo