Iklan

Rabu, 26 Desember 2018

Beristirahatlah Dengan Nirwana

Dua jantung saling bersembunyi 
Takut akan hal yang tak pasti 
Sejauh mana engkau menutup diri 
Jalanmu sudah digariskan
Wajahmu banyak bercerita
Hanya dengan melihat membuatku bising
Waktu begitu cepat
Tak terasa janggutku mulai tumbuh
Masih dalam hal yang sama
Salah satu jantung mati
Keberadaan yang sulit
Air tetap saja mengalir
Hujan tak selamanya gerimis
Mati dan tumbuh
Kesedihan dan kebencian
Kebodohan dan keegoisan
Kemunafikan dan kehinaan
Berlarut-larut di telapak kaki
Memakan tubuh dengan rakus
Kini...
Keindahan dan kenangan

Minggu, 23 Desember 2018

Melodi Ada Batasnya

Batu tak bergerak
Tumbuhan tumbuh
Meskipun dia termasuk unsur dunia
Mendengarkan ada kalanya baik
Keterbatasanku diatas normal
Semuanya mulai candu
Mata terpejam sebelah
Hal-hal bodoh merasuki tubuh
Perlahan mengendalikan motorik tubuh
Diam namun tetap dalam pergerakan
Berbicara hal yang tak penting
Musik mengiringi lantunan perjalanan
Bulan tertutup awan tebal
Aku berpikir tak seharusnya seperti ini
Lambat laun mulai terpisah
Terhisap keadaan saat ini
Lembayung senja mulai berbicara
Namun ini sudah larut malam
Goresan kata mulai terucap
Aku hampir tak berfikir
Teman setia mulai menghilang
Hanya kau dan aku kini
Kita hanya saling bertatap
Membayangkan sejarah yang pernah tertulis
Selebah mata ku mulai menangis
Waktu kini menghilang
Hanya suara serangga malam
Yang kini menjadi teman
Bersandar di bawah tirani
Kepalsuan kini mulai terungkap
Namun......
Kesedihan seungguhnya kita mulai sendirian

Sabtu, 22 Desember 2018

2/4 Bulan

Matamu membuat ku ingin terus memandang
Jauh atau dekat
Waktu berjalan seolah-olah begitu pelan
Entah ada warna apa di sekitar mu
Mungkin hanya aku yang bisa melihatnya
Menyentuh titik terlemah
Aku tak berlari
Tapi mengapa Jatung ku 
memompa darah begitu cepat
Ku lukis wajah mu di dalam ingatan
Ku bingkai dalam hati
Kita semakin dekat di saat hujan
Mungkin dia mendorong kita
Untuk berteduh di tempat yang sama
Pelangi menjadi pelengkap suasana
Kita mulai tumbuh dan terbiasa
Jemari mu memegang erat tangan ku
Membawa pada suatu tempat dan berlari
Dunia ini terasa begitu mengecil
Selamat datang sayang

Jumat, 21 Desember 2018

Simpul Mata Kaki

Ketika aku duduk 
Panas matahari masuk dalam selah-selah bangunan
Meski terdiam namun hati begitu banyak bicara
Bertengkar dengan akal mencoba menguasai tubuh
Jemari saling bersentuhan
Seolah tahu keberadaanya
Terasa besar dan sulit dikendalikan
Udara seolah semakin menipis
Dan aku tertidur dalam waktu yang panjang

Selasa, 16 Oktober 2018

Ternyata Yang Merindukan Ku Bukan Mamu Tapi Kematian

Saat semua organ ku masih berjalan seperti biasanya, aku merasa begitu dekat dengan kalian semua suasana yang aku rindukan tertawa bersamamu, bertingkah konyol, kesal, sedih dan begitu banyak yang terukir. Disaat sesibuk apapun kita selalu mencari waktu untuk bisa berbincang-bincang hingga secangkir kopi menjadi saksi diantara perbincangan kita yang kadang bermakna dan kadang tak jelas sampai kita tak kenal watku hingga tak sadar bahwa ini sudah sangat larut.
Begitu teringat dan sangat jelas kau selalu menemaniku mengenalmu membuatku bahagia, sahabat yang selalu membuat merasa hidup dan bahagia. Waktu tak begitu terasa hingga kita sudah dewasa dan terus bertambah dewasa kehidupan kita semakin terbatas dan waktu semakin sempit untuk terus bersama jalan kita semakin berbeda tujuan dan cita-cita kita tak sejalan lagi, meski begitu aku rasa waktu itu terasa sangat menyenangkan banyak hal yang kelak akan ku ceritakan pada keturunanku dikemudian hari.
Hey kawan apakah kau akan mengingatku ? Masihkan kau ingat kita disaat rambutku sudah tak sehitam dan selebat dulu ? Disaat kita berjanji akan tetap bersama sampai membuat pertemuan keluarga kita dengan saling membawa cucu ? Aku tak tau hal itu bisa tercapai atau tidak, namun aku sadar satu hal yang paling sedih di saat aku benar-benar sendirian di tempat yang berbeda, yaitu kematian dan kuburanku. Apakah kau akan tetap mengingatku dan mendoakanku saat aku tak memakai baju berwarna lagi dan hanya memakai baju khusus yang dikhususkan, saat dimana harta ini ku wariskan kepada ahli waris,  saat dimana jantung ku tak mempompa darah lagi.
Kini tempat tidurku menyatu dengan yang sering aku injak bantal tak selembut dan se-empuk dirumah, apakah kau akan mengingatku dengan doa yang selalu kau panjatkan ?  Setiakah kau ? Atau kau akan mencari kawan baru lagi dan menangisi ku untuk beberapa saat ? Aku tak tahu semoga saja kau tak sejahat itu, tapi aku tak bisa menyalahkan segala sesuatu yang terjadi sebab semua memang sudah memiliki jalannya masing-masing. 
Aku hanya ingin berucap terimakasih tentang apa yang telah kau lakukan itu mungkin berwarna saat aku masih hidup.

Rabu, 03 Oktober 2018

Saat Hati Merasa Bahagia

Pernah jatuh cinta
Dikala semua sejajar
Saat pertama mata memandang
Bercerita untuk kesekian kalinya
Berpijak pada tumpu kekasih
Berharap dunia menyukainya
Ketika indra perasa tersentuh
Semua dunia tertutup
Oleh lengkungan bibir
Hal yang dirasa aneh
Berubah menjadi bunga
Bahkan kotoran yang busuk pun
Tercium wangi

Senin, 01 Oktober 2018

Keajaiban

Hari ini terlalu dini untuk bahagia
Berjalan meski tak tau arah
Asalkan tidak berdiam diri
Bercerita hanya sedeker melepas penat
Aku bukanlah keajaiban
Yang kedatangannya selalu di tunggu mahluk
Kadang hal kecil saja
Sulit membuatmu tertawa
Apakah kau merasa rugi saat aku datang ?
Sungguh aku tak pernah lelah
Meski tubuh ku tak sekuat semangat
Dan seketika bisa saja hancur 

Senin, 03 September 2018

Embun Yang Tertiup Angin

Dari satu sudut bergemilap
Membius syaraf hingga pusat kehidupan
Saling terikat utuh
Kelopak sayu
Pipi tertarik
Bibir melebar
Pikiran dan hati menyatu saat itu
Bukan sayang

Senin, 13 Agustus 2018

..........


Udara semakin menipis
Saat masuk kedalam dada
Menjadi sebuah embun
Yang keluar dari mata

Seolah ingin menutup semua
Akal tak terkendali
Setengah kesadaran hilang
Membungkuk dan mati

Berjalan setengah arah
Syaraf meninggi
Berkhayal tentang sejarah
Seperti bukan manusia

Indah adakalanya tenggelam
Saat setengah tua
Akal mulai sadar
Sahabat terbaik adalah......

Rabu, 08 Agustus 2018

Tumbuhan Kering


Dunia ini bias
Kadang juga pekat
Tak ada yang tahu
Kejutan apa yang datang

Semua berjalan apa adanya
Melingkar tak berujung
Menghilang dan datang
Dengan rupa yang berbeda

Bila rindu melanda
Saat hati terbelenggu
Rasa ingin berucap
Nyatanya bibir tak begitu

Kosongnya perasaan
Saat aku terbangun
Dalam kehidupan baru
ada masalalu yang menunggu

Senin, 06 Agustus 2018

23 Derajat Di Tahun Yang Sama

Satu titik kita bertatap
Jauh memang
Tapi Ini terasa hangat
Saat kita memandang langit

Terpisah dalam udara
Berbicara di dalam hati
Tubuh ku seakan kaku
Saat memandang mu dari kejauhan

Bintang bersinar
Menetap diatas
Seolah berjalan melihat ku
Kadang ingin menyapa

Pita suara ku tak bisa berucap banyak
Aku tersesat disini gelap
Aku membenci ini
Akal seolah hilang

Banyak jejak yang tertinggal
Semua kelam hanya emosi sebatas
Tersenyum menutup diri
Berjalan dari keramaian

Akal dan kalbu 
Tak pernah sejalan
Ingin memutar keadaan
Aku hanya takut semua tak seperti dulu

Minggu, 05 Agustus 2018

Mendekatlah

Tak tertuai
Pikiran tak sejernih dulu
Melambai seolah tak di lihat
Ini sederhana

Aku tak tahu banyak
Kadang kelabu
Kadang terlihat nyata
Dunia ini seolah berteman

Berkumpul mencari warna
Melupakan sejenak
Aku hanya rindu
Kelam tak berdasar

Banyak yang berhamburan
Saling bertemu
Ingin bertatap
Yaa.. ini sangat sedehana

Selulit inikah
Saat ucapan hanya 
Ingin berkata jujur
Bahwa aku merindukan mu

Sabtu, 04 Agustus 2018

Aku Bukan Kalbu

Aku bukan benalu
Aku adalah kehidupan
Aku tertidur
Dalam masa tertentu

Ketika aku bangun
Sebagian diriku terlelap
Aku tak asing
Hidupku tak tersentuh

Hey kau...
Carilah aku di dalam
Kelak cangkang ini akan tertinggal
Sebagai tanda aku pernah hidup

Di Utara Cerita

Kita mengenal seolah lupa
Dilupakan meski kadang rindu
Tak perlu banyak suara
Kita memang mendengar

Semua terlalu jauh
Hingga tak tersentuh
Diasingkan kepura-puraan
Diselimuti kata-kata bijak

Akal tak bisa menyentuh hati
Bahasa tubuh bisa dikenali
Semuanya kemunafikan
Kita semakin jauh melangkah

Hingga indra pengelihatan
Terhalang oleh rintihan
Kata-katamu lembut
Sejujurnya ini perasaan

Kamis, 02 Agustus 2018

Kamuflase

Semua napak nyata
Tapi itu hanya ilusi
Tersentuh namun jauh
Pandangan semakin rabun

Surya memang hadir
Terkadang ia tertutup kabut
Hijau tak akan lama
Kelak ia akan menguning

Semakin menikmati
Semakin sulit untuk bernapas
Bersahabat sedari dulu
Sayang kau hanya menipu

Rabu, 01 Agustus 2018

1/3 Mata Hati

Semua membisu

Tak terhayal sudah
Banyak diantara hal itu
Berputar tak kembali

Akal membeku
Semua tak terkhayal
Namun mata tetap saja sama
Hay.. manusia

Aku memberimu petunjuk
Kasih ini tak semestinya ada
Aku menikmati suaramu
Akhirnya kau tak mengerti Aku

Dari Yang Tersembunyi

kau memang buta, tuli dan bisu
tapi kau begitu dekat
kau mengerti semuanya
dari yang tersembunyi

kau tak sersentuh
kau tersenyum saat aku tersenyum
kau bukan asing
kau tumbuh sepertiku

hey ...
kau tak bisa bersuara
kau ada
saat aku di depan cermin
saat cahaya menembus tubuh