Iklan

Selasa, 16 Oktober 2018

Ternyata Yang Merindukan Ku Bukan Mamu Tapi Kematian

Saat semua organ ku masih berjalan seperti biasanya, aku merasa begitu dekat dengan kalian semua suasana yang aku rindukan tertawa bersamamu, bertingkah konyol, kesal, sedih dan begitu banyak yang terukir. Disaat sesibuk apapun kita selalu mencari waktu untuk bisa berbincang-bincang hingga secangkir kopi menjadi saksi diantara perbincangan kita yang kadang bermakna dan kadang tak jelas sampai kita tak kenal watku hingga tak sadar bahwa ini sudah sangat larut.
Begitu teringat dan sangat jelas kau selalu menemaniku mengenalmu membuatku bahagia, sahabat yang selalu membuat merasa hidup dan bahagia. Waktu tak begitu terasa hingga kita sudah dewasa dan terus bertambah dewasa kehidupan kita semakin terbatas dan waktu semakin sempit untuk terus bersama jalan kita semakin berbeda tujuan dan cita-cita kita tak sejalan lagi, meski begitu aku rasa waktu itu terasa sangat menyenangkan banyak hal yang kelak akan ku ceritakan pada keturunanku dikemudian hari.
Hey kawan apakah kau akan mengingatku ? Masihkan kau ingat kita disaat rambutku sudah tak sehitam dan selebat dulu ? Disaat kita berjanji akan tetap bersama sampai membuat pertemuan keluarga kita dengan saling membawa cucu ? Aku tak tau hal itu bisa tercapai atau tidak, namun aku sadar satu hal yang paling sedih di saat aku benar-benar sendirian di tempat yang berbeda, yaitu kematian dan kuburanku. Apakah kau akan tetap mengingatku dan mendoakanku saat aku tak memakai baju berwarna lagi dan hanya memakai baju khusus yang dikhususkan, saat dimana harta ini ku wariskan kepada ahli waris,  saat dimana jantung ku tak mempompa darah lagi.
Kini tempat tidurku menyatu dengan yang sering aku injak bantal tak selembut dan se-empuk dirumah, apakah kau akan mengingatku dengan doa yang selalu kau panjatkan ?  Setiakah kau ? Atau kau akan mencari kawan baru lagi dan menangisi ku untuk beberapa saat ? Aku tak tahu semoga saja kau tak sejahat itu, tapi aku tak bisa menyalahkan segala sesuatu yang terjadi sebab semua memang sudah memiliki jalannya masing-masing. 
Aku hanya ingin berucap terimakasih tentang apa yang telah kau lakukan itu mungkin berwarna saat aku masih hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hallo