Iklan

Minggu, 03 April 2022

Surat

Kubaca suratmu di kala hujan
Sesekali aku tertawa membacanya
Sesekali aku bersedih mendengarnya
Bagai es yang terjatuh di lahar
Kuikuti pepatahmu
Sejengkal demi sejengkal
Meski jejakmu yang besar 
hingga membuat air laut bertaburan
Untuk peri mungil yang kelelahan
Mengintari petilasan, menuju kehakikian
Kubuka lembar lain di suratmu
Hampir saja kepalaku pecah
Sebab semburan puisi yang keluar
Mataku terpesona hingga kering terbakar
Oleh keindahan bentuk dan suaramu
Perbicangan kita akhirnya di paksa selesai
Oleh suara ayam jantan dan kebisingan dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hallo