Bagai ombak menerpa karang
Membawa pasir dan sepihan kayu
Menepi di pantai
Ku adukan segala resah yang ada
Bercerita denganMu dalam ukiran tinta cinta
Dalam gelap dan dalam hening
Membuat sesak dada karena rindu
Kubendung air yang nyaris jatuh dari mata
Tapi tetap saja bah air rindu semakin besar
Hingga menetes di altar suci
Malu rasanya dilihatMu
Ketika tak bisa menahan kesedihan
Ceritaku selalu tentang nestapa
Kuharap Engkau selalu tersenyum
Dan tak pernah bosan
Dari setiap kata yang keluar dari mulut ini
Tentang harapan dan pengampunan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hallo