Dikala suara dan aromamu hilang
Sedih rasanya jika tidak terlihat lagi
Namun titah tetaplah harus dilakukan
Suara sandalmu menjadi pelipur lara
Gemerik anak kecil menjadi cerminku
Sinar matahari memeluk kita
Angin menjadi pesan kita
Doa adalah harapan kita
Dan kita saling berkomunikasi lewat bulan
Lampu jalanan menyapa kesunyian
Lampu rumah menjadi penghias malam
Lalu lalang roda besi menjadi hiburan
Temanku bubuk tembakau
Untuk sejenak melupakan keresahan hati
Atas rindu yang menetap
Hingga aku melupakan diri sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hallo