Mulanya kita saling bertatap
Lambat laun kita semakin larut
Bagai susu dan gandum yang menjadi roti
Setiap kata yang terucap
Layaknya paus di dalam samudra
Meski tak terlihat
Nyatanya ada harapan besar di dalamnya
Ketika kau memanggil namaku
Seperti nada yang berjatuhan ke lantai
Hatiku terbawa irama hingga menari sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hallo