Ketika malam engkau bersenandung
Ketika siang engkau berkeluhkesah
Ketika terinjak engkau hanya pasrah
Ketika tangan mu patah atas kejahatan
Engkau tetap diam
Engkau tak bergerak namun tumbuh
Menjulang tinggi sampai menjadi rumah
Bagi semua cinta dan kasih
Tubuh mu menghangatkan jiwa
Anak-anak mu mengenyangkan perut
Nafas mu melegakan dada
Tubuh mu sering dihancurkan dan dipasang kembali dengan bentuk yang berbeda
Ulat sering menggerogoti mu
Burung dan tupai menjadi teman sejati mu
Manusia memanfaatkan mu
Engkau laksana pelindung bagi monyet
Engkau terpaku oleh bumi
Di terpa badai engkau menari
Di sambar petir engkau berapi
Ketika terkubur engkau mengeras seperti batu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hallo